Celah Arbitrary File Upload: Mengubah Fitur Upload Menjadi Remote Code Execution

Fitur upload file pada aplikasi web sering kali menjadi target utama para peretas. Jika sistem keamanan server tidak menyaring file yang masuk dengan benar, peretas dapat mengunggah file script berbahaya. Dampak paling fatal dari celah ini adalah Remote Code Execution atau yang biasa disebut dengan RCE. RCE membuat peretas bisa menjalankan perintah apa saja langsung di dalam server target. Celah ini dinamakan Arbitrary File Upload. Celah terjadi ketika website membiarkan pengguna mengunggah jenis file apa saja tanpa ada batasan yang ketat. Sebagai contoh, jika form upload foto profil menerima file berformat PHP atau ASP, peretas dapat mengunggah script backdoor. Setelah file berhasil terunggah, peretas hanya perlu mengakses link file tersebut untuk mulai mengendalikan server. ...

21 Agustus 2026 · 2 menit · 278 kata · Ravxy1337

Membongkar Sisi Gelap Keamanan Web Kampus: Dari Google Dork hingga RCE

Sering banget kan denger berita database kampus bocor, atau desas-desus mahasiswa yang tiba-tiba nilainya berubah jadi A semua? Kalau sebelumnya kita bahas kerentanan umum kayak SQLi dan XSS, realitanya di lapangan… attack vector-nya jauh lebih liar dan sistematis dari itu wkwkwk. Artikel ini bakal ngebahas secara mendalam dan lebih “niat” (siapin kopi sama rokok dulu wkwk) tentang kenapa infrastruktur digital pendidikan sering kali jadi sasaran empuk para peretas. Kita akan bedah anatomi serangannya, mulai dari teknik reconnaissance di subdomain terlantar, eksploitasi CMS kampus, kerentanan file manager, hingga masuk ke ranah Remote Code Execution (RCE). ...

30 Juni 2026 · 6 menit · 1157 kata · RavxyTech

XSS Bukan Sekadar script alert 1 script: Ini yang Sebenarnya Membuat Payload Berjalan

Banyak orang yang pertama kali belajar XSS bisa paham konsepnya dalam hitungan menit, tapi justru bingung kenapa payload mereka tidak pernah benar-benar berhasil di target nyata. Copy-paste <script>alert(1)</script> ke form input, tidak ada yang terjadi. Coba lagi, tetap tidak ada. Akhirnya menyimpulkan bahwa target “tidak vulnerable”, padahal belum tentu. Yang membedakan seseorang yang sekadar menghafal payload dengan yang benar-benar memahami XSS adalah satu hal: mengetahui mengapa sebuah payload bisa dieksekusi browser. Begitu itu dipahami, payload yang diblokir bukan lagi hambatan, melainkan undangan untuk berpikir lebih dalam. ...

25 Juni 2026 · 7 menit · 1402 kata · RavxyTech